Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang Ubah Limbah Sayuran Jadi Pakan Ternak Lele

Malang, Jejakjurnalis.id – Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang gelombang 1 kelompok 12 tahun 2023 melakukan uji coba serta demo dan implementasi pakan ternak lele dari hasil limbah sayuran pada Senin 27-03-2023 di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Warga di Desa Madiredo kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai peternak dan juga petani. Beberapa hewan yang biasa diternak yaitu antara lain sapi, lele, dan ayam.
Sedangkan, warga yang berprofesi sebagai petani mereka menanam berbagai macam sayuran

Biasanya hasil sayuran tersebut setelah dipanen akan didistribusikan ke beberapa daerah untuk dijadikan olahan makanan, meskipun banyak yang didistribusikan ke berbagai daerah akan tetapi sayuran tersebut masih menyisahkan berbagai sisa sayuran yang disebut sebagai limbah

Limbah sayuran yang menumpuk menyebabkan berbagai dampak, seperti bau yang menyengat serta dapat mengurangi nilai keindahan lingkungan Desa.
Maka dari itu limbah sayuran bisa dianggap sebagai salah satu problematika yang hingga saat ini masih belum teratasi oleh warga Desa Madiredo.

Pengolahan limbah sayuran menjadi sesuatu yang bermanfaat merupakan salah satu cara agar masalah limbah sayuran yang ada di Desa Madiredo bisa teratasi.

Salah satu pengolahan limbah sayuran yang dapat dilakukan yaitu menjadikannya sebagai alternatif pakan ternak lele. Dalam proses pembuatan menjadi pakan ternak lele, terdapat beberapa proses yang harus dilakukan.

Awalnya limbah sayuran harus dipilih atau difilter mana saja limbah sayuran yang pantas dipakai sebagai olahan alternatif pembuatan pakan ternak lele. Hal tersebut dikarenakan kualitas dari limbah sayuran juga mempengaruhi kualitas dari pakan ternak lele yang nantinya bakal didistribusikan.

Kadar air yang terdapat pada limbah sayuran juga menjadi faktor perbedaan kualitas dari pakan ternak lele tersebut. Setelah itu, terdapat beberapa proses mulai dari pencampuran beberapa bahan hingga pengeringan.

Proses pengeringan bisa dibilang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dikarenakan kekeringan dari pakan ternak lele tersebut dapat mempengaruhi daya ambang dari pakan ternak tersebut.

Hal ini bertujuan untuk memberikan sedikit manfaat atau sedikit cara agar
permasalah yang terdapat di sekitar masyarakat Desa Madiredo terutama di Dusun Delik dapat teratasii

Dalam melakukan serangkaian kegiatan tersebut, mulai dari uji coba hingga pengimplementasian hasil uji coba ini dikoordinasi oleh Aringga Yusuf Amrullah
dengan empat anggota lainnya yaitu Ahmad Hanif Muwaffaq, Junike Medica Wana Pratiwi, Belvafedo Gabriexel Putrahendra, dan Dea Citra Delvanda dengan di bawah arahan dosen pembimbing lapang yaitu ibu Chalimatuz Sa’diyah, SE. MM.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti dan didukung oleh warga Dusun Delik Desa Madiredo yang dikoordinasi oleh kepala dusun yang bernama Candra Aris Suherman.
Disini dalam proses pengolahan limbah sayuran, semua sepakat untuk dijadikan pakan ternak lele dikarenakan warga di Desa Madiredo tidak sedikit yang berprofesi sebagai peternak lele.

Sehingga kegiatan yang dilakukan dalam pengolahan limbah sayuran menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa bersifat mutualisme antara petani sayuran dan peternak lele. Selain itu harapan juga tertuju pada masyarakat internal Desa Madiredo terutama di Dusun Delik agar bisa terjalin silaturahmi yang erat antara masyarakat satu sama lain.

Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh aparat pemerintahan desa serta warga desa Madiredo karena acara kegiatan bisa berjalan dengan lancar

“Atas dukungan serta kesempatan yang diberikan oleh pihak aparat desa serta warga Desa Madiredo kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya

Para mahasiswa ini juga berharap dengan diadakan kegiatan ini, dapat memberikan salah satu solusi terkait problematika yang ada di Desa Madiredo terkait pengolahan limbah sayuran sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang perekonomian warga setempat. (Dit n Tim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp