Pelayanan Langsung Lewat

Redaksi
By Redaksi
25 Views
4 Min Read

MADIUN, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen memberikan pelayanan langsung dan menyerap aspirasi warga secara transparan melalui program unggulan “Bahana Bersahaja” (Bakti Harmoni Madiun Bersahaja) yang berlangsung selama dua hari, 19-20 Agustus 2026 di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Pemerintah Kabupaten Madiun bersama warga desa setempat melakukan gotong royong pemugaran 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut menjadi bagian dari mendukung program nasional, guna meningkatkan kualitas hidup warga.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Madiun, Gunawi mengatakan, penanganan RTLH dilakukan dengan memperbaiki komponen utama rumah agar warga nantinya memiliki hunian yang layak, aman dan sehat.

“Kadis Perkim, Gunawi manambahkan, penanganan RTLH ini kami fokuskan pada perbaikan struktur utama rumah, mulai atap, lantai, hingga dinding agar masyarakat memiliki hunian yang layak, aman dan sehat,” terangnya.

Gunawi menegaskan, program Bahana Bersahaja tidak hanya menyasar pada pembangunan fisik rumah saja, tetapi juga membangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial di masyarakat.

“Menurutnya, keterlibatan langsung, Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, OPD dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Madiun,” jelasnya.

Ditemui usai kegiatan pemugaran RTLH, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan bersama oleh jajaran Pemkab Madiun di bawah kepemimpinan Bupati Hari Wuryanto, beserta Forkopimda dan OPD terkait serta stakeholder lainnya.

“Melalui agenda menginap di kediaman warga, pimpinan daerah dapat merespons langsung kebutuhan real masyarakat setempat,” ujarnya. (20/8).

 

Wabup Purnomo menambahkan, selain itu ada kunjungan sosial ke 5 rumah warga yang mengalami musibah sakit, atau lansia yang hidup sendiri untuk memberikan dukungan moral dan bantuan, perbaikan saluran drainase tertutup oleh Dinas PU agar tidak mengurangi lebar jalan, serta pemugaran 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Ada 33 jenis layanan lainnya yang diboyong ke Desa Teguhan, termasuk sertifikasi UMKM, Halal, pemeriksaan gratis oleh dokter spesialis dari RSUD Dolopo, hingga layanan dari pihak Kepolisian/Polres,” terangnya.

Wabup memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Teguhan, atas besarnya semangat kebersamaan. Salah satu momen yang disorot adalah partisipasi warga saat pemugaran rumah milik Tomo, meskipun alokasi dana stimulan perbaikan awal sebesar Rp25 juta. Antusiasme dan empati sosial warga dan pemerintah desa membuat rumah tersebut dibongkar total dan dibangun kembali dari nol secara gotong royong.

Selain itu Wabup Purnomo, juga memuji potensi kreatifitas dan kearifan lokal Desa Teguhan yang dinilai sangat hidup, mulai dari basis Kampung Pesilat, seni drum band anak-anak, Kesenian Dongkrek, hingga pertunjukkan Reog.

“Prinsipnya, manusia adalah makhluk sosial yang harus saling berkolaborasi, bersinergi, dan memberi manfaat bagi sesama. “Khairunnas anfauhum linnas”, sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Selanjutnya, terkait seluruh aspirasi yang telah ditampung selama kegiatan sarasehan, Pemkab Madiun akan segera menindaklanjuti bersama OPD terkait sesuai dengan tata kelola administrasi serta regulasi yang berlaku demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun. (Ben).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *