Ledakan Rumah Milik Polisi di Puri Kabupaten Mojokerto Memakan Korban Ibu Dan Anak Balita

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.com – Ledakan di rumah seorang Polisi Aipda Maryudi, alamat Desa Sumolawang Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Jawa Timur yang berdampak 2 rumah rusak.

Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Ihram Kustarto yang langsung datang ke TKP setelah mendengar kejadian tersebut, langsung menerjunkan Tim Inafis ke TKP untuk segera memeriksa dapur rumah Aipda Maryudi yang sudah hancur untuk menemukan bukti terkait sumber adanya ledakan.

Kapolres Mojokerto, menjelaskan saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman di TKP.

Kami terus melakukan pendalaman untuk mengetahui dari mana sumber terjadinya ledakan.
Jadi temen-teman media mohon bersabar menunggu kabar dari Polres Mojokerto, Ujar Kapolres yang akrab dengan awak media.

Berikan kami waktu untuk bekerja, agar kejadian yang cukup mengagetkan kita semua ini, bisa diungkapkan dengan jelas.” Pungkas Kapolres.

Sementara itu, warga sekitar lokasi ledakan menduga berasal dari LPG dan barang elektronik.

‘Yanto, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi tersebut menjelaskan, “terdengar  dua kali ledakan, rumah Pak Maryudi hancur termasuk beberapa rumah rumah sebelahnya.” Ujarnya. Senin (13/1/2025). Siang.

“Untuk sementara, informasi dari warga, ada yang menyebutkan dari LPG, dan ada juga yang menduga korsleting dari barang elektronik,” kata dia.

Akibat ledakan itu, dua korban yakni ibu dan anak yang merupakan tetangga Aipda Maryudi meninggal dunia dan 4 rumah mengalami kerusakan parah.

“Dua korban ini adalah seorang ibu bernama Luluk Sudarwati (41) dan anaknya Kaffa (3), kerusakan rumah ada 4 dengan KK yang berbeda,” jelasnya.

Sebelum meninggal, ibu dan anak balita itu sedang menonton televisi di ruang tamu. Luluk tertimpa tembok tingkat, milik Aipda Maryudi yang berada di sebelah timur depan ruang TV Luluk.

Ditempat yang sama, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, “rumah Luluk berada persis di belakang rumah yang meledakan.

Dirinya menduga, bahwa ledakan berasal dari rumah pak Maryudi itu karena korsleting barang elektronik.

Lanjutnya, Pak Maryudi sering beraktivitas otak atik sound di belakang rumahnya sepulang dinas. Pulang dinas biasanya merakit sound, alat alat sound banyak di belakang,” pungkasnya.

Hingga saat ini, tim identifikasi dari Polres Mojokerto sedang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang police line di lokasi.

“Sudah ada tim identifikasi dari polres Mojokerto, saat ini lokasi dikosongkan dan warga dilarang masuk.” (Jo)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp