Kelurahan Wates Layak Disebut Wisata Kuliner Baru Di Kota Mojokerto

Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Wilayah Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto semakin banyak bemunculan UMKM,

Seperti di sepanjang jalan Semeru, UMKM tersebut menjajakan berbagai macam varian yang disajikan, seperti Pedagang Buah, dawet, cilok, berbagai jenis makanan dan minuman, dan sembako, serta pakaian, kalau dihitung ada sekitaran 100 pedagang yang aktif, dan yang tidak aktif sekitar 10 an lapak kosong, dibiarkan lama oleh memiliknya.

Sejak dibangunnya rencana pasar di selatan SMPN 9 dijalan tersebut, maka mulai bermunculan lagi pedagang kecil, ditambah semakin ramainya pengunjung Taman Semeru.

Para pedagang tersebut sebagian besar dari warga Kota Mojokerto, utamanya warga kelurahan Wates, dan ada juga dari luar kota seperti Jombang, Sidoarjo, Tulungagung, Jawa Barat.

Pemandangan ini cocok di sebut Destinasi kuliner baru di Kota Mojokerto, namun perlu adanya kajian yang mendalam dari pemerintah Kota Mojokerto.

Hadi asal Mojoagung Jombang, penjual dawet dan ketan, mengatakan dirinya jualan disini sejak tahun 2000 dengan penghasilan rata-rata tiap hari 500 ribu.
Dia juga menjelaskan kalau hari libur tambah ramai, langganan juga sudah banyak. Katanya. Selasa (5/11/2024)

Sementara itu, penjual Cilok dan pentol goreng, Sujono asal mentikan, bercerita dirinya jualan setiap hari dapat hasil seperti kuli saja, seratus ribuan, tapi kalau sabtu minggu lumayan.

Berbeda dengan Nanang, Karyawan Pabrik Kertas dikawasan Sidoarjo, yang berdomisili di Jalan Kawi, saat ditemui ditempat potong rambut Cak Samuri, saat ditanya, dia berpendapat “kalau sudah ada penjual Nasi Padang, Kentuchy dan jasa cuci pakaian sendiri pakai mesin, didaerah itu pasti ramai, contohnya sudah banyak di kota-kota lain. Ujarnya,

Kepala Kelurahan Wates EKA ANDRIANSYAH, S.STP saat didatangi di kantornya Jl. Mayjen Sungkono No.120 pada awak media ini mengatakan “UMKM di sepanjang jalan Semeru, sebaiknya tetap dikembangkan dengan konsep jalan raya destinasi, oleh karena itu perlu kajian dengan beberapa instansi terkait.” Ujarnya.

Kami sangat mengapresiasi semangat kewirausahaan warga yang semakin meningkat. Munculnya banyak UMKM di sepanjang Jalan Semeru ini tentu menjadi potensi besar untuk meningkatkan perekonomian warga dan menjadi daya tarik baru bagi Kota Mojokerto. Namun, kami juga menyadari bahwa perlu adanya pengelolaan yang lebih baik agar UMKM ini dapat berkembang secara berkelanjutan.

Beberapa tantangan yang perlu kita hadapi bersama adalah keterbatasan lahan parkir, kebersihan lingkungan, dan perlunya pembinaan bagi para pedagang.

“Menanggapi perkembangan
UMKM di wilayah kami, pemerintah kelurahan akan menyusun beberapa rencana pengembangan, antara lain:

Pembinaan:  Kami akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk memberikan pelatihan kepada para pedagang mengenai manajemen usaha, kebersihan, dan standar kualitas produk.

Infrastruktur: Kami akan berupaya untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan menyediakan fasilitas umum yang memadai, seperti tempat sampah dan toilet.

Promosi: Kami akan melakukan promosi melalui media sosial dan berbagai event untuk menarik lebih banyak pengunjung ke kawasan ini. Untuk mewujudkan pengembangan UMKM yang optimal, kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kami berharap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan semua stakeholder untuk bersama-sama membangun kawasan UMKM yang maju dan berdaya saing.

Sedangkan,  mengenai kehadiran usaha kuliner dan jasa lainnya, seperti potong rambut,  penjahit  baju, sol sepatu dan payung, jasa tambal ban, serta  jasa cuci pakaian bermesin,  sangat menarik, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat kemungkinan pengembangan usaha-usaha tersebut di kawasan ini.”
Tegas Lurah yang belum genap 4 bulan menjabat ini. (Jo)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp