Madiun, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dalam upaya mengembangkan program pendidikan di daerah salah satunya mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan dan kelompok kerjanya se-Kabupaten Madiun, di Pendopo Muda Graha, Selasa (15/3/2022).
Bunda PAUD Kabupaten Madiun Ny. Penta Lianawati Dawami, mengukuhkan 15 Bunda Paud Kecamatan se-Kabupaten dengan disaksikan oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami.

Dalam sambutannya Bunda Paud Kabupaten Madiun, Ny. Penta Lianawati Dawami menjelaskan, agar Bunda PAUD Kecamatan dapat segera mengambil peran dan langkah untuk membentuk Pokja Bunda PAUD tingkat kecamatan, serta membuat rencana program dan kegiatan tahunan.
Lebih lanjut Ny. Penta Lianawati Dawami menambahkan, dengan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap layanan PAUD, ketrampilan, koordinasi, sinkronisasi, sinergitas lintas program dan sektor. Serta kerjasama dengan berbagai lembaga, organisasi, Muspika, lembaga atau organisasi seni budaya dan kesehatan puskesmas, serta perusahaan swasta di wilayah kecamatan.

“Dengan melakukan pertemuan berkala, membuat, menyusun, serta menyampaikan laporan kerja dan kegiatan,” kata Ny. Penta.
Selain itu pendekatan holistik integratic juga dilakukan Pemkab Madiun, tidak hanya mengedepankan mutu pendidikan, tetapi juga semua aspek, yakni adanya pelayanan gizi, kesehatan, pengasuhan dan perlindungan anak.
“Ny. Penta berharap pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan pelantikan kelompok kerja ini mampu mendorong, mensinergikan program antar organisasi mitra baik pemerintah, swasta, maupun profesional atau kalangan Akademisi guna pendampingan pembinaan pelayanan paud,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, dalam sambutannya mengatakan, guna menyambut kedatangan bonus demografi 2035, Bunda PAUD dituntut untuk bisa mempersiapkan generasi yang lebih baik lagi.
“Pada tahun 2035 itu ada bonus demografi, kalau semuanya bisa memanfaatkan dengan baik, ini bisa bergeser dari Negara Berkembang menjadi Negara Maju, termasuk Kabupaten Madiun ini,” ujar Bupati Ahmad Dawami.
Lebih lanjut Ahmad Dawami juga mengingatkan masalah stunting. Kabupaten Madiun tidak tertinggal jauh oleh target nasional pada tahun 2024 yang mencapai 14 persen.
“Data yang ada di Kabupaten Madiun masih berada pada angka 15,59%, sehingga masih perlu diadakan suplay suplemen kesehatan di beberapa daerah,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kapasitas Bunda PAUD dan Forum paud kecamatan, pada kesempatan tersebut juga disampaikan materi tentang peningkatan mutu pelayanan pendidikan anak usia dini melalui penguatan eksistensi Pokja Bunda Paud dan Forum Paud Kabupaten Madiun oleh Dr. Dwi Astutik, S.Ag, M.Si, dari bidang PAUD Provinsi Jawa Timur.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Forum PAUD Kabupaten Madiun, Ny. Erni Hari Wuryanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, serta perwakilan Forum PAUD Provinsi Jawa Timur. (Ben).






