Mojokerto, Jejakjurnalis.id -Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto melaksanakan sosialisasi di XOW Restoran, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pada Kamis, (21/3) pagi.
Tujuan sosialisasi ini, merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di bidang infrastruktur.
Rinaldi Rizal Sabirin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, dalam laporannya mengatakan,
“saat ini Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto memiliki 74 paket infrastruktur di bidang Bina Marga.”
“Progresnya yaitu 37 paket sudah tanda tangan kontrak dan berproses di lapangan, 23 paket berproses lelang menggunakan e katalog yang ditargetkan, tanda tangan kontrak 22 April nanti, serta 12 paket proses e katalog setelah hari raya Idul Fitri,” beberrnya.
Hadir dalam acara ini adalah Camat se-Kabupaten Mojokerto, dan 39 kepala desa, kegiatan sosialisasi ini adalah kali kedua, yang sebelumya dilaksanakan pada bulan Februari dengan diikuti 18 Camat se-Kabupaten Mojokerto serta 56 kepala desa.
Ditempat yang sama, Bupati Mojokerto dr. Hj. Ikfina Fahmawati. M.Si mengharapkan, “dalam melaksanakan proses pembangunan infrastruktur tahun 2024 ini, harus cermat dan tepat.”
“Perencanaan pembangunan ini harus cermat, karena kalau tidak cermat, nanti bisa menimbulkan suatu masalah, entah sebelum realisasinya atau sesudah realisasinya.”
“Maka kuncinya, untuk perencanaan yang tepat dan cermat adalah bagaimana kita bisa menjalankan proses pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.” Harapnya.
Masih Ikfina menegaskan, bahwa “perencanaan pembangunan harus cermat dan tepat, karena pada tahun 2024 ini terdapat anggaran sedikitnya Rp. 340 Miliar untuk pembangunan fisik di Kabupaten Mojokerto.”
“Sedangkan untuk tahun 2024, khusus untuk pembangunan fisik saja, di catatan saya 340 Milyar, tidak hanya jalan, jembatan, SPAM, drainase, penanganan air limbah domestik, TPS 3R, irigasi dan juga pembangunan gedung dan hal tersebut belum PAPBD,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Ikfina juga menilai, pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Bumi Majapahit tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, akan tetapi juga untuk menyelesaikan beberapa masalah ditengah masyarakat.
“Karena kita ini serius, satu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan yang kedua untuk menyelesaikan beberapa permasalahan, misalnya terkait dengan saluran air maupun drainase,” tuturnya.
Sehingga untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur pada tahun 2024 ini, dia mengajak, para camat dan kepala desa agar ikut andil dalam proses pembangunan infrastruktur di bumi Majapahit. Tekannya.
“Saya minta tolong untuk anda semuanya, tetap terlibat dalam proses pembangunan di Kabupaten Mojokerto, karena kita juga sudah berkomitmen untuk membangun Kabupaten Mojokerto. Kita upayakan untuk kebutuhan masyarakat Mojokerto dapat terpenuhi dengan baik, khususnya infrastruktur jalan, jembatan, maupun saluran-saluran air terutama pembangunan di desa,” harapnya. (Jo)






