Mojokerto, Jejak jurnalis.id – Muncul lagi permasalahan baru di lokasi Tanah Kas Desa (TKD) yang dipermasalahkan oleh warga Dusun Bedog Desa Mlaten Kabupaten Mojokerto, yaitu pekerjaan penggalian tanah untuk pondasi yang rencana dibangun gedung kesenian disebelah timur pujasari di dalam Wisata Wiyu Asri yang telah diresmikan oleh Bupati Mojokerto pada tanggal 16 Juni yang lalu.

Sementara itu, beberapa pekerja yang sedang menggali tanah tersebut, saat dikonfirmasi mengatakan “rencana dibangun untuk gedung kesenian.” Ujarnya. Selasa, (13/8/2024). Siang.
Ditempat berbeda, Saji, salah satu warga dusun Bedog mengatakan “intinya warga minta aset tersebut dikembalikan ke asalnya, karena selama ini pembangunan itu, tanpa ada memberitahuan ke warga dan warga tidak diajak ngomong, selama ini warga merugi, karena setiap tahun warga gantian garap sawah itu menghasilkan sekitar 20 juta, tapi sejak 5 (lima) tahun berjalan ini, warga tidak mendapatkan hasil.” Jelasnya.

Totok Tri Harianto, tokoh masyarakat saat didatangi di rumahnya, juga menimpali atas komentar dari Saji tersebut, mengatakan “Kepala Desa terlalu berani, dalam situasi TKD bermasalah, Kades memaksakan diri membangun gedung diatas lahan yang bermasalah.” Timpalnya.

Sementara itu, awak media saat ke kantor Desa, ternyata Kepala Desa tidak ada ditempat karena ada rapat di Kabupaten. Ujar Dimas. Sedangkan Kades Mlaten saat dihubungi melalui Saluran WhatApp hand phonenya nada memanggil.

Sedangkan Camat dan Sekretaris Kecamatan Puri, juga tidak ada kantornya karena dinas luar, ujar staf kecamatan. (Jo)
_________________________________
Baca juga berita sebelumnya disini :
Tanah Kas Desa (TKD) Dusun Bedog Yang Beralih Fungsi, Sanksinya Harus Diproses Secara Profesional






