Fasilitasi Pakem Dalam Rangka Menciptakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Madiun, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) berkolaburasi bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, menggelar Sosialisasi Pakem di Aula Hotel Setia Budi jalan Mangga Kota Madiun, Selasa (25/7/2023) malam. 

Peranan Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Aliran Keagamaan) adalah untuk membangun kerukunan umat beragama dan aliran kepercayaan dalam mempererat Persatuan dan Kesatuan Kebangsaan.  

Dalam hal ini dititik beratkan pada upaya melakukan peningkatan penyuluhan dan penerangan hukum. Melakukan pendekatan dengan keagamaan yang juga bekerjasama dengan instansi-instansi pemerintah lainnya dan institusi keagamaan guna pencegahan terjadinya kasus penodaan agama. 

Hadir dalam acara tersebut Kaban (Kepala Badan) Kesbang Kabupaten Madiun, Mashudi, S.Sos, M.Si, yang sekaligus membuka acara di dampingi Sekban, Hestu Wiradriawan, SH, beserta jajaran Kesbang, dan menghadirkan narsum, Ardhitia Harjanto, SH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri, Ketum Pakem Kabupaten Madiun, Kusno, serta 60 orang perwakilan dari 8 aliran kepercayaan yang aktif di Madiun. 

Dalam sambutannya Kaban Kesbang Kabupaten Madiun, Mashudi mengatakan, pihaknya dan juga kejaksaan berkolaburasi menfasilitasi bagi 8 aliran kepercayaan yang masih aktif di Kabupaten Madiun, untuk melakukan peningkatan penyuluhan dan penerangan hukum, dan pendekatan keagamaan. 

Lebih lanjut dikatakan, bahwa aliran kepercayaan yang masih aktif di Kabupaten Madiun ada 8 diantaranya Paguyuban Sapta Sila, Himuwis Rapra, Sumarah, Murti Tomo Waskhito Tunggal, Aliran Perjalanan, Persada (Persatuan Warga Sapto Darmo), Ngudi Utomo, dan yang terakhir Sapto Darmo Indonesia. 

Lanjut katanya, saya sangat berterima kasih atas kehadiran bapak-bapak dan ibu sekalian sebagai perwakilan dari aliran kepercayaan masyarakat dan keagamaan, dimana kita pemerintah dan kejaksaan nantinya bisa saling berkoordinasi terkait suara -suara atau isu adanya ormas-ormas di Kabupaten Madiun yang mengkuatirkan. 

“Intinya kita menginginkan kondisi di Kabupaten Madiun bisa aman dan kondusif,” ujarnya. 

Mashudi menambahkan, dengan kehadiran bapak-bapak dan ibu sekalian disini bisa bersilaturahmi yang mana saling bekerja sama dan diwadahi oleh Kesbang, nantinya bisa saling memberi informasi terkait kegiatan-kegiatan ormas yang diera digital saat ini banyak berita hoaks bisa meracuni kita semua.

Bentuk penjajahan di negara kita ini sudah tidak menggunakan kekerasan senjata seperti dulu lagi, melainkan melalui teknologi informasi canggih, dengan memberikan berita-berita yang menyesatkan melalui keagamaan, narkoba dan masih banyak lagi. 

Untuk itu mari kita yang hadir disini bisa menjaga Kabupaten Madiun tidak terjadi masalah dan tetap kondusif, apalagi daerah kita terkenal dengan Kampung Persilat, yang mana hampir semua perguruan silat ada di Madiun dan sudah men-dunia. Jangan dijadikan momen adu jotos atau perkelahian kita upayakan dan kolaburasikan supaya menjadi potensi budaya. 

“Untuk itu mari kita jaga kerukunan yang sudah terjalin, semoga Kabupaten Madiun tetap kondusif dan harmonis,” pungkasnya.     (Ben) 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp