Mojokerto, Jejak jurnalis.id – Secara umum, demam berdarah disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti, dan nyamuk ini tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia.
Penyebab adanya penyakit demam berdarah adalah virus dengue dari nyamuk aedes aegypti, sedangkan adanya nyamuk ini, disebabkan karena kurangnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya, seperti :
1. Kurang aktifnya menguras bak mandi.
2. Tidak menutup tempat penampungan air.
3. Membuang sampah sembarangan , terutama botol atau gelas plastik, kaleng dan plastik yang dapat menampung air.
4. Kurang perhatiannya terhadap tempat air minum binatang peliharaanya, dan
5. Kurang perhatiannya terhadap piring maupun gelas yang tergenang air.
Sedangkan gejala pasien yang terjangkit demam berdarah, ada 3 fase, yakni :
1. demam berdarah yang berlangsung selama dua sampai tujuh hari. seperti Demam tinggi hingga 400C (1-3 hari)
2. Demam turun hingga 370C (4-5 hari), dan ini adalah fase kritis, dan apanila tidak segera mendapat pengobatan yang tepat, trombosit akan turun, akibat pecahnya pembuluh darah.
3. Demam kembali naik tetapi trombosit perlahan naik. Ini merupakan fase pemulihan. (6-7 hari)
Dan secara umum, beberapa gejala demam berdarah, seperti Demam tinggi, Sakit kepala, Nyeri sendi,
Nyeri otot, Nyeri area belakang bola mata, Muncul bintik merah pada kulit, yang tidak hilang saat kulit diregangkan Manifestasi perdarahan (kulit, mukosa, pencernaan), Muntah-muntah Sakit perut, Badan lemah dan lesu,Buang air kecil sedikit.
Sedangkan cara mencegahnya dengan menerapkan program 3M, yaitu :
1. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air minimal seminggu sekali dan mengosok dinding bak untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk. Kemudian, mengubur barang bekas di tanah agar tidak membuat lingkungan kotor dan menjadi sarang nyamuk.
2. Mengganti Air, apabila memelihara bunga di dalam vas, dan mengganti air minum binatang secara rutin agar tidak ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk.
3. Membersihkan Saluran Air di depan rumah. Pastikan air mengalir dan tidak ada sampah atau lumpur yang menyumbat aliran air, dan juga periksa area atap rumah. Pastikan saluran dan genangan air tidak dimanfaatkan nyamuk untuk berkembang biak.
4. Memakai Bubuk Abate yang merupakan larvasida atau golongan insektisida yang ditujukan untuk membunuh larva. Bubuk ini sangat efektif untuk memberantas jentik nyamuk. Taburkanlah bubuk abate di kolam atau bak penampungan air, setidaknya dua bulan sekali. Abate bisa diperoleh di puskesmas, apotek, dan toko bahan kimia.
5. Bila perlu, gunakan obat nyamuk, baik bakar, semprot, atau elektrik. Pakailah krim anti nyamuk untuk mencegah nyamuk mendekat, dan bisa juga bisa memasang kelambu di kamar tidur.
6. Pastikanlah buangan air AC tidak menggenang.
Penyakit demam berdarah, juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin DBD, meskipun belum ada penelitian yang membuktikan, namun vaksin DBD lebih efektif daripada langkah pencegahan DBD lainnya.
Jika mencurigai adanya gejala DBD, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan segera.
Juga, seperti apa yang disampaikan oleh Pj. Walikota Mojokerto, bahwa Pemerintah Kota Mojokerto telah melakukan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue dengan memperkuat gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) dengan cara 3M Plus.
Sepakat pula, bahwa fogging bukan merupakan solusi yang terbaik untuk mencegah DBD, karena nyamuk menjadi kebal sehingga lebih sulit untuk dibasmi dan hanya membunuh nyamuk dewasa, namun jentiknya masih hidup.
Ditambahkannya, fogging juga mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan juga berbahaya bagi kesehatan manusia. (Jo)
(Opini dikutip dari beberapa sumber).






