Bupati Mojokerto Lepas 25 Ton Ekspor Kelapa Parut Ke Qatar

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read

Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Keberhasilan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto dalam rangka pendampingan terhadap pengelolaan kelapa parut kering yang diinsiasi dan proses oleh CV. Hindianindo sukses menghantar eksport ke negara Qatar.

Kelapa parut kering dengan eksportir CV. Hindianindo ini memiliki nilai total 24 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 361 juta.

Bupati Ikfina dalam kesempatan ini secara resmi melepas 25 ton kelapa parut kering (desiccated coconut) untuk diekspor ke negara Qatar dihalaman PT. Ajinomoto Desa Mlirip Kec. Jetis Kabupaten Mojokerto, Senen 25/5/2023) Sore.

Pelepasan produk ekspor itu dihadiri perwakilan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag, Kepala Disperindag Provinsi Jatim, Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Kepala Desa Mlirip dan Perwakilan PT. Ajinomoto.

Bupati Ikfina mengatakan, ekspor kelapa parut kering ke negara Qatar ini merupakan buah dari pendampingan Export Coaching Program (ECP) Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI tahun 2023 kepada CV. Hindianindo yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah dengan kesempatan pendampingan dari Kemendag itu kemudian produk dari CV.Hindianindo ini bisa memenuhi spesifikasi dari pasar internasional sehingga hari ini kita berangkatkan ke Qatar,” terangnya.

Lebih lanjut, Ikfina mengapresiasi suksesnya produk IKM asal Desa Mlirip ini dalam memasarkan produknya hingga ke pasar internasional. Selain itu, Ikfina menyebut, “momen ini bisa memantik semangat para IKM lain untuk segera naik kelas dan produknya go internasional.”

Masih Ikfina, “Ini menunjukkan bahwa IKM Kabupaten Mojokerto itu mampu untuk memproduksi barang komoditi ekspor. Sehingga momen hari ini akan bisa menjadi penyemangat buat IKM yang lain,” tandasnya.

Beliau juga menegaskan, Pemkab. Mojokerto siap mendukung dan memberikan pendampingan kepada para IKM di Kabupaten Mojokerto agar bisa masuk pasar yang lebih besar, khususnya pasar Internasional. Ucapnya.

Sedangkan untuk dukungan, kita lebih kepada pendampingan pemenuhan dari dokumen-dokumen dan persyaratannya untuk masuk pasar yang lebih besar. Kemudian terkait kualitas nanti lebih ke Kemendag,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan Kemendag RI Wasianto mengatakan bahwa Kemendag RI akan terus mensupport dan memfasilitasi pelaku usaha agar bisa menembus pasar global.

“Kementrian perdagangan akan terus mensupport, memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh kepada para UKM agar bisa menembus pasar ekspor. Program ECP ini adalah program riil yang bisa dirasakan UKM agar bisa masuk pasar ekspor,” jelasnya. (Jo)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *