Akhirnya Satu Korban Ledakan di SPPG Medali Meninggal Dunia

Redaksi
By Redaksi
18 Views
3 Min Read

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Satu dari tiga korban ledakan yang mengalami luka bakar hingga 90 persen di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, akhirnya meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026) pagi, setelah menjalani perawatan selama tujuh hari di RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Almarhum yang bernama Edi Suyanto (55) teknisi PT Energi Alam Utama yang menjadi korban ledakan bersama dua rekannya warga di Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (13/8) Malam.

Kematian Edi menjadi perkembangan terbaru dalam kecelakaan kerja di fasilitas pengolahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, ketika tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama sedang memperbaiki instalasi gas elpiji di area dapur. Sebelum kejadian, gas yang baru selesai diisi dilaporkan tidak keluar sehingga dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Ledakan kemudian disusul kebakaran yang menyebabkan atap empat ruangan ambruk, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor dan ruang rapat.

Akibat ledakan itu, lima orang menjadi korban. Tiga di antaranya merupakan teknisi gas, yakni Alm. Edi Suyanto (55), Piter (36) dan Kwin Lan (48).

Baca juga :

Diduga Tiga Pekerja Luka Bakar Sekitar 90 Persen Akibat Dapur SPPG Mojokerto Desa Medali Kecamatan Puri Meledak

Dua korban lainnya merupakan pekerja SPPG, Robiatul Adawiyah, 33, dan Maulin Nikmah, 35, warga Desa Medali. Keduanya mengalami cedera setelah tertimpa bagian plafon bangunan.

Piter dan Kwin Lan mengalami luka bakar serius dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Edi yang mengalami luka bakar sekitar 90 persen kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.

SPPG Dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group SPPG Mojokerto Puri Medali berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, dan dikelola oleh Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group. Sejumlah pemberitaan menyebut fasilitas tersebut dikelola Erista Widya Kristanti, (38) warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dalam operasionalnya, SPPG tersebut menyiapkan sekitar 3.700 porsi makanan setiap hari untuk program MBG.

Besarnya kapasitas produksi membuat insiden tersebut tidak hanya berdampak terhadap pekerja, tetapi juga terhadap keberlangsungan pelayanan makanan bergizi bagi penerima manfaat MBG.

Ledakan juga berdampak kepada lingkungan sekitar. Getaran akibat dentuman dirasakan warga yang tinggal di sekitar SPPG. Salah satu rumah warga dilaporkan berjarak kurang dari 20 meter dari lokasi kejadian.

Penyebab Masih Diselidiki
Tim Laboratorium Forensik dan Inafis Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas mengamankan sejumlah material dari lokasi, termasuk potongan pipa, alas kaki korban dan sisa tabung gas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab ledakan, termasuk kondisi instalasi gas dan titik awal kejadian.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin sebelumnya mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan dan menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian.

Peristiwa tersebut sekaligus menempatkan aspek keselamatan kerja, keamanan instalasi gas dan tata kelola operasional SPPG sebagai bagian penting dari penyelidikan.

Atas kejadian tersebut, sampai berita ini diterbitkan operasional SPPG dihentikan sementara. (Jo).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *