MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, Sabtu (2/4) pagi, di Halaman Pendopo Graha Maja Tama. Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, yang bertugas sebagai pemimpin upacara menyampaikan sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.
Pada sambutan tersebut terdapat beberapa poin penting yang ditekankan oleh Mendikdasmen RI, salah satunya adalah upaya pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning untuk mencapai pendidikan nasional yang ideal. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Bupati Albarra atau yang lebih akrab disapa sebagai Gus Bupati itu.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam, Deep Learning, sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” jelas Mendikdasmen RI melalui sesi Gus Bupati.
Selanjutnya, Gus Bupati mengatakan bahwa kunci keberhasilan dari tiap kebijakan maupun program pemerintah adalah penerapan Tiga M (3M). 3M yang dimaksud adalah Mindset, Mental, dan Misi. Ketiga hal ini menekankan bahwa tanpa perubahan fundamental pada aspek kualitatif manusia, kebijakan secanggih apa pun akan gagal mencapai esensinya
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M, Mindset atau pola pikir yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus, tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif,” tuntasnya.
Masih pada hari yang sama, selepas Upacara yang turut dimeriahkan dengan adanya pagelaran seni tradisi oleh para pelajar tersebut, jajaran Pemkab Mojokerto lalu menyambut kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto (SRMP 15). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Timur.
Di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto, Gubernur Khofifah tidak hanya sekadar berkunjung, ia juga mengapresiasi terkait tumbuh kembang para siswa, baik itu secara fisik maupun secara akademik. Apresiasi tersebut seakan sesuai, mengingat baru sembilan bulan SRMP 15 Mojokerto beroperasi namun capaian yang diraih tergolong signifikan.
“Program yang diinisiasi oleh Pak Presiden Prabowo ini dalam waktu 9 bulan kita sudah melihat prestasinya, pertumbuhan fisiknya dan tentu bagaimana interaksi sosialnya, saya rasa ini sangat membahagiakan semuanya,” tutur Khofifah di hadapan awak media.
Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Moch. Rizal Octavian, yang turut mendampingi Gubernur Jatim dalam kunjungannya, menyatakan bahwa pendidikan adalah pilar yang tak tergantikan dalam menyambut masa depan.
Mas Wabup (sapaan Wabup Moch Rizal) lalu menyebut bahwa kehadiran Sekolah Rakyat juga berperan penting dalam dunia pendidikan, karena turut menyediakan kesempatan belajar yang sama dalam rangka peningkatan kualitas SDM nasional.
“Pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tapi tentang membuka masa depan dan Sekolah Rakyat ini hadir sebagai salah satu jawaban atas tantangan tersebut,” tandas Mas Wabup Moch. Rizal. (Jo)






