Bangkitkan Ekonomi, BPD HIPMI Jatim Gelar Diklatda III

Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jawa Timur gelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) III secara virtual dengan tema “Jatim Bangkit dan Beraksi” pada Sabtu (23/10/2021).

Acara tersebut melibatkan 300 pengurus BPD HIPMI Jatim dan BPC HIPMI kabupaten/kota di se-Jatim. Selain itu, juga dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional, di antaranya pendiri HIPMI Abdul Latief, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Guru Besar Ilmu Pertahanan dan Maritim Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr Marsetio, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak serta PLT Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Jumadi serta Ketua BPP HIPMI yang diwakili oleh Dewan Kehormatan BPD HIPMI Jatim Muhammad Ali Affandi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Rois Sunandar Maming mengungkapkan, pemulihan ekonomi jadi salah satu prioritas yang berjalan beriringan dengan pemulihan sektor kesehatan. Semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan dunia usaha, harus berkolaborasi guna mengakselerasi upaya-upaya membangkitkan ekonomi.

“Kita semua bersyukur, perekonomian Jawa Timur sudah menunjukkan recovery. Di triwulan 11/2021, ekonomi Jatim tumbuh 7,05 persen, usai periode-periode sebelumnya terkontraksi sebba pandemi Covid-19. Kendati mulai Juli 2021 perekonomian terhadang kebijakan PPKM, kita tetap optimistis pemulihan ekonomi terus didorong saat pandemi Covid-19 saat ini. Semangat Jatim Bangkit harus terus digelorakan dan dibumikan melalui berbagai langkah bersama,” tandas Rois.

Untuk itu, BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim jadi bagian pemangku kepentingan bidang ekonomi siap bergerak bersama mempercepat pemulihan ekonomi.

“Ke depan, kita dihadapkan pada situasi yang melahirkan optimisme sekaligus tantangan untuk bekerja keras. Optimis sebab vaksinasi mulai dijalankan dan ada indikasi kuat bahwa pemulihan ekonomi mulai berjalan. Berkaitan dengan itu, HIPMI gelar Diklatda III untuk menyiapkan anggota dan program kerja yang mendukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi,” tandas Rois.

Sementara itu, Ali Affandi mengutarakan, Diklatda ini penting bagi pengurus dan anggota HIPMI Jatim, khususnya di masa pandemi ini.

“Diklatda kali ini mengusung tema Jatim Bangkit dan Beraksi, di mana selama dua tahun ini kita bertahan di era pandemi yang tentunya tidak mudah bagi kita khususnya pengusaha muda. Tugas BPD HIPMI Jatim lebih menantang untuk pemulihan ekonomi di Jatim, mengatasi permasalahan sosial dan tentunya bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2030,” imbuhnya.

Peelunya penguatan teknologi yang responsive dan adaptif

Untuk iitu, ia berpesan agar seluruh pengurus dan anggota HIPMI Jatim memanfaatkan momen ini agar menyerap diskusi dan menyampaikan aspirasi.

“Ini sangat penting sebab setiap daerah berkarakter beda, ada budaya yang berbeda dan pendekatan yang berbeda pula. Buat program ke depan yang lebih baik secara eksternal maupun secara internal guna meningkatkan daya saing HIPMI Jatim dan BPC kabupaten/kota. Penguatan karakter juga harus dibarengi dengan penguatan teknologi yang responsive dan adaptif terhadap perubahan,” pungkasnya.

Momen Diklatda tersebut pengurus dan anggota HIPMI juga diberikan wawasan sejumlah hal yang cukup vital dalam menjalankan organisasi, diantaranya sejarah perjalanan HIPMI, kesekretariatan, kebendaharaan, serta seputar kaderisasi dan manajemen organisasi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp